Senin, 26 Juni 2017

Ini Catatan untuk Teman Baik yang akan Segera Menikah

I hope everything will be clear after this.


Setelah bertahun-tahun lamanya tiba-tiba saya juga ingin menulis ini. Menulis cerita teman baik yang akan menikah dengan mantan pacar saya. Just wanna make it clear ya, everybody have a right to make their own statement. 
Ini bukan catatan soal saya tidak rela atau tidak bisa move on dari mantan pacar yang hanya pacaran seumur jagung tapi pada rasa seorang teman yang kehilangan temannya, pada waktu awkward momment that we ever kiss the same lips. pernah merasa juga ada kupu-kupu diperut karena laki-laki yang sama. Hahaha..
Thats super geli for me. 
Saya cuma ingat dulu saya apa-apa mungkin berdua dan gila bersama lalu sekarang hening dan dia akan jadi istri mantan pacar saya. 
Tapi, jika kalian sempat membaca ini, jangan diambil hati, jangan khawatir juga, saya baik-baik saja dan saya tidak akan dendam atau merasa tidak ikhlas, karena catatan ini juga tidak saya ambil hati. Doaku untuk kalian, bahagia sampai ajal memisahkan, karena memang jodoh sudah ada takdirnya yang turun dari langit. 
Have a great wedding Agit dan Ocha xoxo ❤️

Tidak Perlu Judul untuk Catatan ini

Sudah lama menghilang dari blogger, karena sempitnya waktu untuk mikir dan berajinasi. Pertama, selamat Hari Raya Idul Fitri bagi siapapun yang merayakan. 
Malam ini saya terbelesit ingin menulis sesuatu dikarenakan ada waktu senggang waktu yang bebas untuk jadi diri sendiri, saya jadi ingin mengungkapkan banyak perasaan saya. 

Warning: Jangan kaget jika tulisan ini akan absurd dan tidak terarah.

Terkadang saya berpikir saya ini kurang apa, dari hal yang paling sepele seperti ingin makan apa pasti bisa saya wujudkan saat itu juga. Saya bisa bertemu keluarga saya setiap minggu dan dalam hati kecil saya masih ingin yang lebih lagi. Saya termasuk orang yang pandai mengkabutkan masalah, memediasi hati saya sendiri. Namun, hal yang paling membuat saya sedih adalah ketika saya mendengar atau melihat orang yang belum bisa nyaman tidurnya, memakan nasib buruk yang seharusnya tidak ditimpanya. 
Saya tidak bilang saya orang yang tidak punya masalag sama sekali, tapi saya pandai untuk membuat hati saya sendiri bahagia dan senang, mungkin orang lain yang saya lihat menyedihkan bisa juga membuat dirinya bahagia dengan keadaannya. 

Baru saja ada satu keluarga silaturahmi ke rumah saya, orang ini adalah partnwr bapak saya mencari rezeki, ibu saya sering bilang istrinya sudah satu tahun tidak bicara dan kondisi anaknya sedikit berbeda dari anak lain, suami mengerjakan segala hal keperluan rumah tangga tanpa partner dan juga mencari rezeki untuk menyambung hidup. 

Hati saya runtuh, ketika hari ini saya berhadapan dengan mereka. Rasanya sakit campur aduk. 
Segalanya bisa berubah tanpa kendali, bahkan jalan hidup. Mungkin semua orang yang sedang senang sekarang akan merasa susah juga dilain waktu dan juga kebalikannya, tapi ini kelemahan saya, saya tidak bisa melihat orang lain meronta-ronta kesulitan lahir maupun batin. 
Saya tersiksa. 

link within

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...