bagaimana bisa seseorang memaksakan kehendaknya untuk memutuskan sepasang manusia hanya karena Malu? dimana letak nuraninya?!
dimana hatinya? dimana otaknya?
jelas sangat tidak adil.
Senin, 27 Juni 2016
Kamis, 23 Juni 2016
que sera
Kehidupan berpihak kepada siapa saja yang mau berusaha. Banyak cara berusaha, sama sepwrti warna yang berbeda - beda. Berusaha juga bukan hanya mengarah untuk menjadi lebih baik ataupun sebagainya. Menurut saya berusaha adalah arti lain dari semangat memperjuangkan sesuatu baik secara baik ataupun kurang baik.
Semakin bertambah umur pikiran saya menjadi semakin terbuka, saya juga sedang berjuang dan banyak garis yang harus saya perjuangkan supaya tidak putus ditengah jalan. Berusaha mengalahkan kerasnya hati saya, logisnya pikiran saya yang terkadang membuat saya merasa orang paling logis dan benar, berusaha membuat segala jerih payar orang tua saya yang banyak cerita pahitnya menjadi sedikit manis.
Bagaimanapun keadaan manusia paling malas pun disertai dengan berusaha, hanya kadarnya saja yang berbeda - beda. Pejuang garis keras melantangkan cara berusahanya yang diclaim anti gagal, pejuang yang agak lamban sudah syukur berjuang atau berusaha melawan rasa malas untuk makan daripada kelaparan.
Namun terkadang ada ruang kosong yang ada disetiap hati manusia, yang sering menanyakan apakah segala yang dilakukan sebenarnya adalah sia - sia semata. Kutub positif dan negatif tarik menarik sama kuat, disela - sela daya tariknya disitulah rasa kosong dan hampa itu ada.
Banyak hal yang saya pelajari dari gestur manusia. Ada yang apa - apa harus diketahui semua orang, ada yang diam tak bergerak dan tak bersuara, ada divisi drama yang terkadang angka satu berubah menjadi angka sepuluh. Segala gestur yang dilihat nampak aneh jika tidak datang dari hati. Percaya kata - kata saya barusan ini.qur
Semakin bertambah umur pikiran saya menjadi semakin terbuka, saya juga sedang berjuang dan banyak garis yang harus saya perjuangkan supaya tidak putus ditengah jalan. Berusaha mengalahkan kerasnya hati saya, logisnya pikiran saya yang terkadang membuat saya merasa orang paling logis dan benar, berusaha membuat segala jerih payar orang tua saya yang banyak cerita pahitnya menjadi sedikit manis.
Bagaimanapun keadaan manusia paling malas pun disertai dengan berusaha, hanya kadarnya saja yang berbeda - beda. Pejuang garis keras melantangkan cara berusahanya yang diclaim anti gagal, pejuang yang agak lamban sudah syukur berjuang atau berusaha melawan rasa malas untuk makan daripada kelaparan.
Namun terkadang ada ruang kosong yang ada disetiap hati manusia, yang sering menanyakan apakah segala yang dilakukan sebenarnya adalah sia - sia semata. Kutub positif dan negatif tarik menarik sama kuat, disela - sela daya tariknya disitulah rasa kosong dan hampa itu ada.
Banyak hal yang saya pelajari dari gestur manusia. Ada yang apa - apa harus diketahui semua orang, ada yang diam tak bergerak dan tak bersuara, ada divisi drama yang terkadang angka satu berubah menjadi angka sepuluh. Segala gestur yang dilihat nampak aneh jika tidak datang dari hati. Percaya kata - kata saya barusan ini.qur
Senin, 13 Juni 2016
belum berakhir..
Semua cerita ini belum berakhir, kejadian - demi kejadian begitu membuat hati dan mata terbelalak. Membayangkan tubuh tergeletak lemas diatas ranjang dan mengeluh sakit, terkadang sakitnya menjadi berpindah - pindah.. mungkin ini benar efek saya orang yang kecil hati dan begitu penakut.
Saya masih ingat bagaimana rasa tangan saya sulit digerakkan sedangkan sesampainya di rumah sakit lama - lama tangan saya melembut sendiri. Takut dengan datangnya maut, benar - benar menyeramkan. Selama ini saya hanya sering melihat dan mendengar peristiwa seperti ini namun kali ini hati saya yang menjerit. Saya belum siap dipanggil hari ini.
Sugesti datang dari banyak orang yang menceritakan pengalaman masing - masing. Dalam benak saya hanya terbayang tanah yang digali yang begitu menakutkan. Saya berteriak dalam hati, saya belum mau, saya hanya perlu lebih kuat untuk bertahan.
Ketika kondisi sudah lebih baik, saya mencoba mengulang apa yang sudah saya rekam, ayah saya mengendarai mobil dengan sangat laju, semua orang khawatir, dan yang dikenang hanyalah kebaikan.
Saya masih ingat bagaimana rasa tangan saya sulit digerakkan sedangkan sesampainya di rumah sakit lama - lama tangan saya melembut sendiri. Takut dengan datangnya maut, benar - benar menyeramkan. Selama ini saya hanya sering melihat dan mendengar peristiwa seperti ini namun kali ini hati saya yang menjerit. Saya belum siap dipanggil hari ini.
Sugesti datang dari banyak orang yang menceritakan pengalaman masing - masing. Dalam benak saya hanya terbayang tanah yang digali yang begitu menakutkan. Saya berteriak dalam hati, saya belum mau, saya hanya perlu lebih kuat untuk bertahan.
Ketika kondisi sudah lebih baik, saya mencoba mengulang apa yang sudah saya rekam, ayah saya mengendarai mobil dengan sangat laju, semua orang khawatir, dan yang dikenang hanyalah kebaikan.
Sabtu, 11 Juni 2016
diet dan angina pectoris
Sudah begitu lama saya tidak mengupdate kelanjutan cerita dari diet yang saya lakukan selama ini. Saat ini berat badan saya sudah ada diangka 69, penurunan yang tidak signifikan bukan.. karena pada awal diet saya begitu ketat mengubah pola makan dan olahraga. Satu bulan terakhir saya hanya mengalami penurunan 1 kg saja.
Saya sudah begitu nyaman dengan tidak mengkonsumsi nasi dan gula pada pola diet saya, bahkan pada bulan puasa ini saya tetap sahur dan buka tanpa nasi dan teh manis atau sejenis es - es lainnya. Sampai akhirnya saya sadari ada kondisi yang aneh terhadap tubuh saya.
Seperti yang saya tuliskan sebelumnya, diet membuat menstruasi saya yg tidak lancar menjadi lancar, bulan ini saya dapat seminggu sebelum puasa, saya merasa begitu lemas dan sedikit sesak saat bernafas. Saat itu saya masih menyampingkan rasa aneh yang terjadi dalam tubuh saya. Ketika puasa pun saya tidak begitu merasa lemas, tapi ketika saya bangun dari tempat duduk saya sering merasa pandangan saya berubah menjadi kabur kemudia membaik lagi, semua keanehan dalam tubuh saya masih belum berani saya ungkapkan kepada keluarga, saya hanya menganggap mungkin karena saya darah rendah jadi kondisi tubuh saya menjadi seperti ini. Namun saya semakin merasa dada saya sesak dan panas, rasa itu datang dan pergi. Saya memutuskan untuk periksa diklinik dekat rumah, dokter yang sudah cukup mengenal keluarga dan riwayat sakit keluarga saya. Saya menceritakan segala rasa yang aneh yang selama ini saya rasa, akhirnya dokter memeriksa tekanan darah dan dada saya. Dokter menanyakan bagaimana pola hidup saya dan menanyakan apakah saya sedang melakukan diet ketat, saya jawab iya, namun saya jelaskan bahwa saya merasa saya tidak tersiksa dengan diet yang saya jalani dan bahkan saya merasa diet saya adalah diet paling bahagia. Setelah itu dokter menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi pada tubuh saya, jantung saya sedikit kesulitan memompa darah untuk mengalirkan oksigen ke tubuh. Gejala awal ini sering disebut dengan angina pectoris, dokter pun menjelaskan ada kasus yang sama seperti yang saya alami namun orang itu tidak selamat karenantetap memaksakan diet ketat. Saya betul - betul terluka dengan kabar ini, saya bertanya apakah ini bahaya, lalu dokter bilang tidak apa - apa, setelah minum obat dan lebih baik usahakan berolahraga dan lain - lain. Saya begitu risau dan gelisah, dibayang - bayang sakit yang menakutkan.
Sesampainya dirumah saya minum obat yang telah diberikan, cepat - cepat saya cari informasi mengenai penyakit dan obat yang diresepkan, mencari informasi membuat saya semakin panik. Ketika halaman - halaman yang credible dan bisa dipertanggunjawabkan bahwa sakit itu sering disebut juga dengan angin duduk, angin duduk sendiri mempunyai banyak jenis dan tingkatan. Tubuh saya semakin rapuh dimakan rasa takut, rasanya sesak ini menjadi lebih sesak karena psikis saya begitu down, cepat - cepat saya minta orangtua saya mengantarkan saya ke rumah sakit, saya tidak mau terlambat, rasanya hati saya sudah menangis sekencang - kencangnya. Badan saya gemetar seperti tidak bisa digerakkan, yang ada dikepala saya saat itu hanya hidup dan mati, begitu sakit dan menyeramkan. Perjalanan ke rumah sakit terasa begitu lama bagi saya, ibu saya menggenggam tangan saya erat - erat, yang terbelesit dalam pikiran saya adalah saya harus kuat dan tetap hidup. Sesampainya di IGD saya langsung dibaringkan dan dipasang oksigen, saya merasa sangat lemah, dokter memasakan alat rekam jantung dan memberikan penenangan psikis terhadap saya, saya begitu panik. Saya baik - baik saja kan dok.. saya begitu takut dok.. itu saja yang saya katakan selama ada diruangan. Setelah hasil rekam jantung keluar dokter bilang jantung saya normal, hanya saja saya mengalami ketakutan psikis yang membuat seluruh tubuh saya terasa sakit, dokter menyarankan saya tetap meminum obat dari klinik dan minum obat penenang.
Sekarang saya tau, ketika iman kita belum siap berhadapan dengan sakit adalah yang paling menyakitkan, saya mencoba berjanji pada diri sendiri, saya akan memperbaiki diri. Karena bekal yang saya bawa belum cukup banyak.
Saya berdoa semoga saya bisa lekas sehat dan beraktifitas seperti biasa lagi. Masih banyak pekerjaan rumah yang harus saya lakukan.
Dan yang terakhir, ternyata selama ini yang saya anggap adalah pola hidup sehat belum bisa diterima oleh tubuh saya. Untuk semua yang sedang berdiet lebih baik konsultasikan kepada dokter dahulu, suoaya dapat memilih pola diet yang cocok untuk tubuh masing - masing.
Saya sudah begitu nyaman dengan tidak mengkonsumsi nasi dan gula pada pola diet saya, bahkan pada bulan puasa ini saya tetap sahur dan buka tanpa nasi dan teh manis atau sejenis es - es lainnya. Sampai akhirnya saya sadari ada kondisi yang aneh terhadap tubuh saya.
Seperti yang saya tuliskan sebelumnya, diet membuat menstruasi saya yg tidak lancar menjadi lancar, bulan ini saya dapat seminggu sebelum puasa, saya merasa begitu lemas dan sedikit sesak saat bernafas. Saat itu saya masih menyampingkan rasa aneh yang terjadi dalam tubuh saya. Ketika puasa pun saya tidak begitu merasa lemas, tapi ketika saya bangun dari tempat duduk saya sering merasa pandangan saya berubah menjadi kabur kemudia membaik lagi, semua keanehan dalam tubuh saya masih belum berani saya ungkapkan kepada keluarga, saya hanya menganggap mungkin karena saya darah rendah jadi kondisi tubuh saya menjadi seperti ini. Namun saya semakin merasa dada saya sesak dan panas, rasa itu datang dan pergi. Saya memutuskan untuk periksa diklinik dekat rumah, dokter yang sudah cukup mengenal keluarga dan riwayat sakit keluarga saya. Saya menceritakan segala rasa yang aneh yang selama ini saya rasa, akhirnya dokter memeriksa tekanan darah dan dada saya. Dokter menanyakan bagaimana pola hidup saya dan menanyakan apakah saya sedang melakukan diet ketat, saya jawab iya, namun saya jelaskan bahwa saya merasa saya tidak tersiksa dengan diet yang saya jalani dan bahkan saya merasa diet saya adalah diet paling bahagia. Setelah itu dokter menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi pada tubuh saya, jantung saya sedikit kesulitan memompa darah untuk mengalirkan oksigen ke tubuh. Gejala awal ini sering disebut dengan angina pectoris, dokter pun menjelaskan ada kasus yang sama seperti yang saya alami namun orang itu tidak selamat karenantetap memaksakan diet ketat. Saya betul - betul terluka dengan kabar ini, saya bertanya apakah ini bahaya, lalu dokter bilang tidak apa - apa, setelah minum obat dan lebih baik usahakan berolahraga dan lain - lain. Saya begitu risau dan gelisah, dibayang - bayang sakit yang menakutkan.
Sesampainya dirumah saya minum obat yang telah diberikan, cepat - cepat saya cari informasi mengenai penyakit dan obat yang diresepkan, mencari informasi membuat saya semakin panik. Ketika halaman - halaman yang credible dan bisa dipertanggunjawabkan bahwa sakit itu sering disebut juga dengan angin duduk, angin duduk sendiri mempunyai banyak jenis dan tingkatan. Tubuh saya semakin rapuh dimakan rasa takut, rasanya sesak ini menjadi lebih sesak karena psikis saya begitu down, cepat - cepat saya minta orangtua saya mengantarkan saya ke rumah sakit, saya tidak mau terlambat, rasanya hati saya sudah menangis sekencang - kencangnya. Badan saya gemetar seperti tidak bisa digerakkan, yang ada dikepala saya saat itu hanya hidup dan mati, begitu sakit dan menyeramkan. Perjalanan ke rumah sakit terasa begitu lama bagi saya, ibu saya menggenggam tangan saya erat - erat, yang terbelesit dalam pikiran saya adalah saya harus kuat dan tetap hidup. Sesampainya di IGD saya langsung dibaringkan dan dipasang oksigen, saya merasa sangat lemah, dokter memasakan alat rekam jantung dan memberikan penenangan psikis terhadap saya, saya begitu panik. Saya baik - baik saja kan dok.. saya begitu takut dok.. itu saja yang saya katakan selama ada diruangan. Setelah hasil rekam jantung keluar dokter bilang jantung saya normal, hanya saja saya mengalami ketakutan psikis yang membuat seluruh tubuh saya terasa sakit, dokter menyarankan saya tetap meminum obat dari klinik dan minum obat penenang.
Sekarang saya tau, ketika iman kita belum siap berhadapan dengan sakit adalah yang paling menyakitkan, saya mencoba berjanji pada diri sendiri, saya akan memperbaiki diri. Karena bekal yang saya bawa belum cukup banyak.
Saya berdoa semoga saya bisa lekas sehat dan beraktifitas seperti biasa lagi. Masih banyak pekerjaan rumah yang harus saya lakukan.
Dan yang terakhir, ternyata selama ini yang saya anggap adalah pola hidup sehat belum bisa diterima oleh tubuh saya. Untuk semua yang sedang berdiet lebih baik konsultasikan kepada dokter dahulu, suoaya dapat memilih pola diet yang cocok untuk tubuh masing - masing.
Langganan:
Komentar (Atom)