Kamis, 28 Januari 2016

first post - 2016

hidup terus berjalan, tidak ada putar balik, tidak ada penyesalan yang harus disesali berlarut - larut. tulisan kali ini saya tulis bukan ditujukan pada siapapun, saya cuma ingin menulis saja.
baru saja sebelum saya menulis ada salah seorang teman dekat saya bercerita melalui pesan singkat tentang perasaan tidak enak dan tidak berani mengungkapkan. saya sedang dalam perjalanan pulang ke rumah, ditengah jalan saya berpikir, saya balas pesannya dengan lugas. dia bercerita tentang seorang teman dekat kami semasa sekolah dulu, dia bilang dia telah berubah banyak, dia merubah gambar social medianya dengan meme yang menyudutkannya, dan masih banyak lagi.
itulah perilaku kebanyakan orang yang sulit mengatakan iya dan tidak, kebanyakan iya dengan plus atau minus, mana boleh ?
saya dengan lugas mengatakan kepadanya, saat ini teman dianggap banyak orang sebagai status saja, status saat bersenang - senang atau apapun, namun terkadang saat kita berada di titik yang betul - betul membutuhkan sebuah ketulusan tidak ada teman yang dengan ikhlas datang sebagai ibu peri, bahkan keluarga sekalipun. kita hidup dengan bayangan kita sendiri, susah dan senang kita jalani bersama diri kita sendiri. ketika dalam mengambil keputusan yang melegakan saja kita masih kaku bagaimana bisa kita adil dengan diri kita sendiri. saya bilang saat ini jika seseorang mengatakan iya, anggap saja iya sudah mencakup segalanya. tidak perlu khawatir dan membahas segala status ataupun gerak geriknya. jadilah hitam dan putih dalam hal seperti ini. kata siapa friendship never end? menurut saya itu hanya slogan bagi anak - anak yang masih dalam dunia bersenang - senang. yang betul adalah never ever ever ever ever give up. blend with your soul, your self, your feeling.

link within

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...